Senin, 29 April 2013

Erosi Tanah dan Dampaknya Terhadap Kehidupan


 Tanah mempunyai peranan yang penting bagi manusia karena dapat digunakan untuk tempat tinggal, tempat tumbuhnya tanaman, mengandung barang tambang, dan tempat berkembangnya makhluk makhluk hidup. Tanah dapat mengalami kerusakan atau degradasi.

Kerusakan tubuh tanah akibat berlangsungnya perubahan-perubahan yang berlebihan hingga melenyapkan lapisan tertentu dikenal dengan istilah erosi. Erosi tanah dapat disebabkan oleh:
1.      Tanah yang gundul.
2.      Tanah yang miring yang tidak dibuat teras-teras.
3.      Tanah tidak dibuat tanggul penahan erosi.
4.      Adanya penebangan liar.
5.      Adanya penggembalaan liar.

Selain karena erosi, kerusakan tanah lainnya meliputi:
1.      Hilangnya unsur hara dan bahan organik di daerah perakaran.
2.      Terkumpulnya garam di daerah perakaran (salinasi).
3.      Terkumpulnya unsur atau senyawa yang menjadi racun bagi tanaman.
4.      Penjenuhan tanah oleh air (water logging).

Erosi tanah

Erosi adalah proses pengikisan lapisan tanah oleh tenaga air. Erosi mengakibatkan hilangnya lapisan tanah paling atas yang banyak mengandung unsur hara. Ada empat jenis erosi tanah, yaitu:
1.      Erosi percik (Splash Erosion)
Erosi percik adalah proses pengikisan tanah yang terjadi akibat adanya percikan air hujan. Percikan tersebut menyebabkan partikel-pertikel tanah menjadi hancur dan kemudian diendapkan di tempat lain.

2.      Erosi lembar (SheetErosion)
Erosi lembar adalah proses pengikisan lapsan tanah paling atas dan tipis sehingga ketebalan tanahya berkurang. Ciri erosi lembar:  
    1. Air yang mengalir di permukaan tanah berwarna keruh (kuning kecokelatan).
    2. Warna tanah di sekitar wilayah tersebut menjadi lebih pucat.
    3. Terdapat bercak-bercak di permukaan tanah.
    4. Kesuburan tanah berkurang karena banyak unsur hara yang hilang.
3.      Erosi Alur (Riil Erosion)
Erosi alur terjadi jika erosi lembar berlangsung terus, pengikisan tanah pada saat air mengalir mengakibatkan terjadinya alur-alur yang searah dengan kemiringan lereng daerah tersebut. Ciri-cirinya: alur-alur yang terbentuk oleh pengikisan amat jelas dan bentuknya relatif lurus di daerah yang berlereng dan berkelok.
4.      Erosi Parit (Gully Erosion)
Terbentuknya erosi parit prosesnya sama dengan erosi alur, namun saluran yang terbentuk pada erosi parit lebih dalam. Erosi ini umumnya terjadi pada daerah dengan lereng yang terjal. Ciri-ciri: lereng-lereng yang tererosi membentuk parit-parit yang dalam dengan penampang seperti huruf V atau U.

Faktor-faktor yang mempengaruhi

1.      Iklim
Faktor iklim yang besar pengaruhnya terhadap erosi tanah adalah hujan. Butir-butir air hujan dapat mengikis permukaan tanah dan dihanyutkan oleh aliran permukaan.
2.      Tanah
Faktor tanah yang mempengaruhi erosi adalah:
    1. Tekstur tanah
    2. Struktur tanah
    3. Infiltrasi
    4. Kandungan bahan organik
3.      Topogiafi
Pada lahan yang datar, percikan air dapat melebarkan partikel tanah ke segala arah, sedangkan pada lahan yang miring partikel tanah banyak yang terlempar ke arah bawah sesuai dengan kimiringan lereng.
4.      Vegetasi
Vegetasi penutup tanah berfungsi menahan jatuhnya air hujan langsung ke tanah dan menahan kecepatan aliran permukaan.
5.      Campur tangan manusia
Kegiatan manusia yang kurang bijaksana dalam mengelola hutan dan mengolah lahan berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan, terutama terjadinya erosi. Contoh: penebangan hutan secara liar menyebabkan terjadinya banjir bandang di beberapa wilayah di Indonesia.

Erosi tanah dapat mengakibatkan menurunnya tingkat kesuburan tanah. Ciri-ciri tanah yang tingkat kesuburan tanahnya menurun antara lain:
1.      Partikel-partikel tanahnya hanyut.
2.      Terjadi perubahan struktur tanah.
3.      Kapasitas infiltrasi menurun.
4.      Terjadi perubahan profil tanah.
5.      Unsur hara lenyap.

Perbedaan kemampuan tanah berpengaruh terhadap aktivitas manusia dalam mengolahnya guna kelangsungan hidup. Tanah yang subur memiliki produktivitas yang tinggi, karena tanaman akan berkembang dengan baik.

Tanah yang subur dicirikan dengan tekstur dan struktur tanah yang baik, mengandung banyak garam dan air. Dilihat dari kesuburannya tanah dibedakan:
1.      Tanah muda
Ciri-ciri: unsur hara yang terkandung belum banyak sehingga belum subur.
2.      Tanah dewasa
Unsur hara pada tanah ini sangat banyak sehingga subur dan baik untuk pertanian.
3.      Tanah tua
Unsur hara sudah berkurang.
4.      Tanah sangat tua
Unsur hara yang terkandung sangat sedikit dan hampir habis. Tanah ini sangat tidak subur. Untuk menjaga kesuburan tanah, diperlukan unsur-unsur K, P, N, C, H, O, Na, S, Mg, Fe, Zn, B, Cu, dan Mn. Ada dua macam pupuk yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanah yaitu:
    1. Pupuk alam (pupuk organik)
Pupuk ini dihasilkan dari sisa-sisa tanaman, hewan, atau manusia. Contoh: pupuk hijau, pupuk kandang, dan pupuk kompos.
    1. Pupuk buatan (anorganik)
Pupuk ini dibuat oleh pabrik. Contoh: pupuk urea, amonium sulfat, NP, NK, NPR, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar